Hujan… entah sejak kapan aku mulai mencintai hujan. Hmmm… mungkin karena beberapa hal penting dihidupku terjadi di saat hujan turun. Hahahah… sedikit lebay sih.. tapi memang setiap hujan turun perasaan “mellow” ditambah “ lebay “ mulai melandaku…
Aku sangat menyukai hujan… !! mungkin karena beberapa tahun terakhir ini, hujan selalu setia menemani aku bekerja… yaaa.. tidak selalu setiap hari tapi cukup membuat aku mempunyai teman setia… pergi ke basecamp, keliling desa, sampai ke basecamp lagi hingga malam pulang ke rumah pun, aku sering sekali di temani hujan… mungkin tak kusadari kapan berawal… aku sangat menyukai hujan… walau terkadang hujan menghalangiku melihat dengan jelas sehingga tidak jarang ban “andikaku” masuk lubang…. Huuufftt..
Hujan juga sering membuat ku resah… bukan karena airnya yang turun dengan lebatnya… tapi karena hujan tampak terlalu tabah dengan deritanya
Dan membuatku takut pada perpisahan. Pernah.. aku menangisi diri dalam hujan…pulang dari basecamp karena suatu masalah yang entah kenapa tidak ku ceritakan ke semuanya.. yang bikin tambah “lebay” karena hujan selalu akan setia memungut kenangan yang coba kita hapus. cie..cie… yaaa.. tapi itulah yang aku rasakan tentang hujan..
Dulu sewaktu masih kecil.. tak jarang mama dengan suara berteriak memanggilku untuk berhenti main hujan… tapi aku tak pernah bergeming, bahkan makin dalam
menghayati hujan…
Sekarang setelah aku dewasa [wkakakak…] aku masih mencintainya, sebagai kekasih yang paling memahamiku, sebagai sebuah hal yang menenangkan… karena hujan seakan tahu semua yang aku rasakan tanpa harus aku ceritakan.. dan aku yakin hujan mengetahui kalau aku lagi sedih…
Mungkin bukan aku saja yang menyukai hujan… hmm… banyak cerita yang aku dapatkan tentang hujan…Saat hujan mulai turun tentu saja. Akan kita temui anak-anak kecil riang bermain air yang mengucur dari talang-talang rumah. Bergembira menyambut hujan. Seolah mendapat berkah. Kita akan mendengar anak-anak kecil itu berteriak, “Udano seng deres, dandano seng pantes, nyambelo seng pedes”. Teramat bergembira. Sedang dibalik jendela-jendela kaca yang berembun, akan kau dapati orang-orang menatap hujan dengan syahdu. Berdiam diri laksana seorang kekasih yang merindu..
Berebut membaui aroma tanah yang basah. Sedang tak tik tuk suara hujan menerpa genting di malam hari, adalah lagu nina bobok yang memanjakan telinga. Teramat romantis. Beberapa kali mungkin terdengar guruh, ataupun gelegar guntur. Tapi itu bukan lagi hal yang menakutkan. Hanyalah sebuah pertanda. Sebagai pengingat. [walau aku paling takut suara petir… hahahah]
Aku mencintai hujan…karena suaranya menentramkan hati…
Aku mencintai hujan…karena melihatnya dibalik jendela rumahku yang basah, mendatangkan kedamainan…
Aku mencintai hujan… karena setelahnya akan hadir pelangi yang indah…
Hujan tak pernah datang terlambat..
Ketika ku galau bersedih…hujan datang seakan tak rela melihatku bersedih…
Dan kini musim hujan datang lagi…
malam tadi ada seorang teman mengirimkan sms yang sangat singkat tapi mengandung arti yang dalam buat ku…
“ ka… musim hujan mulai datang lagi…”
Saat hujan datang, saat rahmat Allah tercurah….
turun dan berlimpah…
karena dalam hujan ada cinta, ada anugerah ada cita
yang semuanya penuh rasa….
take care!
yup…. bener bgt kes… tengkyuuh y… take care jg bwt dikes =)